BeritaBrantas.co.id – Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengukuhkan pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karawang masa bakti 2025–2030 di Aula Husni Hamid, Kompleks Pemerintah Daerah Karawang, Senin (12/1/2026) pagi.
Pengukuhan tersebut dilaksanakan menyusul wafatnya Ketua FKUB Kabupaten Karawang sebelumnya, Dr. KH. Tajuddin Noor, beberapa bulan lalu.
Dalam sambutannya, Bupati Aep Syaepuloh berharap kepengurusan FKUB yang baru dapat semakin memperkuat harmonisasi dan kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Karawang.
Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Karawang terpilih, Dr. KH. Masykur Mansyur, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan sejumlah program kerja strategis yang bersifat inovatif dan kreatif.
Program tersebut difokuskan pada pembinaan pelajar serta masyarakat di tingkat desa dan kecamatan, sebagaimana yang telah dilaksanakan pada tahun 2025 di Kecamatan Telukjambe Timur, termasuk di Desa Purwadana.
Dr. KH. Masykur menegaskan bahwa FKUB Kabupaten Karawang akan terus menjaga soliditas internal organisasi dalam menjalankan pembinaan kerukunan umat beragama.
“Alhamdulillah, pengurus FKUB solid dan seluruh umat beragama memberikan dukungan terhadap kegiatan FKUB, baik dari Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, maupun Konghucu. Semua bersama-sama bahu-membahu menjaga kerukunan hidup umat beragama di Karawang. Hal ini terwujud berkat kerja sama yang baik dengan Pemerintah Daerah, Polres, Kodim, serta unsur aparat lainnya,” ujarnya.
Ia juga mengimbau seluruh umat beragama di Kabupaten Karawang untuk senantiasa menjaga kondusivitas, ketertiban, dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menutup keterangannya, Dr. KH. Masykur menjelaskan bahwa saat ini Kabupaten Karawang telah memiliki kawasan percontohan kerukunan umat beragama yang dikolaborasikan dengan program Kampung Moderasi dari Kementerian Agama.
“Karawang saat ini telah memiliki kampung kerukunan umat beragama yang berlokasi di Kompleks Perumahan Resinda, Kecamatan Telukjambe Timur. Program ini didukung oleh FKUB dan dikolaborasikan dengan Kantong Moderasi dari Kementerian Agama,” pungkasnya. (Pri)





