
KARAWANG – BERITABRANTAS.CO.ID
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Golkar, Hj. Sri Rahayu Agustina, SH, kembali menyapa masyarakat melalui kegiatan Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya di Lapangan Desa Pasir Kamuning, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Sabtu (17/10/2026)siang.
Memasuki pelaksanaan keempat di Kabupaten Karawang, Festival Rakyat Berbasis Budaya ini tidak hanya menghadirkan kesenian tradisional, tetapi juga membawa berbagai pelayanan publik yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Sri Rahayu Agustina, yang akrab disapa Mak Sri, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah sekaligus mendekatkan pelayanan pemerintah kepada warga.
“kegiatan ini semangatnya untuk mengembalikan rasa cinta budaya daerah setempat,” tegas Mak Sri.
Program Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya pertama kali digelar Mak Sri di Kelurahan Karawang Kulon Desember 2025.
Kegiatan kemudian berlanjut di Kelurahan Adiarsa Kecamatan Karawang Barat, Desa Lemah Mulya, Kecamatan Majalaya, dan kini di Desa Pasir Kamuning Kecamatan Telagasari
Mak Sri menyebut, kegiatan kelima dari program kerjanya sekaligus penutup rangkaian program pada 2026 rencananya berlangsung di Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur.
Dalam kegiatan di Pasir Kamuning, masyarakat memperoleh akses terhadap sejumlah pelayanan publik, mulai dari pelayanan SIM oleh Satlantas Polresta Karawang, pembuatan KTP dan kartu keluarga melalui Disdukcatpil, hingga program tebus beras murah hasil kolaborasi dengan Bulog Karawang.
Pelayanan pemeriksaan kesehatan juga disediakan melalui kerja sama dengan RS Fikri, disertai berbagai layanan lain dari instansi terkait.
“Ini bentuk kepedulian kami sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat kepada masyarakat Karawang. Salah satunya melalui pelayanan publik,” ujar Mak Sri.
Sejak pagi, kegiatan dipadati warga yang mengikuti beragam agenda, di antaranya senam bersama kader PKK, kegiatan Posyandu, dongdang, serta tradisi ruwatan. Rangkaian acara berlanjut hingga malam hari dengan pagelaran seni wayang golek.
Mak Sri mengapresiasi dukungan Kepala Desa Pasir Kamuning Didin Mahrudin, ST, dan Camat Telagasari Sri Rejeki yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia juga menyebut telah mengundang anggota DPRD Kabupaten Karawang dari daerah pemilihan setempat, Abdul Azis, serta Sekretaris DPRD Jawa Barat, Dodi Sukmayana, SE, MM.
Menurut Mak Sri, kegiatan tersebut dibiayai melalui anggaran Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat.
Mak Sri mengklaim kegiatan Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, ia meminta agar program tersebut tetap dipertahankan dan tidak dihapus dari agenda kegiatan DPRD Jawa Barat.
Ia menegaskan, kegiatan menyapa masyarakat merupakan bagian dari upaya menjalankan fungsi perwakilan rakyat, selain melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang dijadwalkan secara rutin setiap pekan.
Selain pelayanan publik dan pelestarian budaya, DPRD Jawa Barat juga menjalankan pendidikan demokrasi dengan mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai demokrasi dan kehidupan bernegara.
Memasuki 2027, Mak Sri menyampaikan sejumlah rencana kegiatan yang akan menyasar kelompok masyarakat lebih luas.
Agenda tersebut meliputi Dialog Wakil Rakyat, Dewan Menyapa Disabilitas, Dewan Menyapa Perempuan, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan rumah sakit dan klinik.
Sebelum menutup rangkaian kegiatan tahun ini, program Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya dijadwalkan kembali digelar di Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, melalui anggaran perubahan 2026.
Sementara itu, Kepala Desa Pasir Kamuning Didin Mahrudin menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program yang digagas Mak Sri sejalan dengan tradisi hajat bumi yang rutin dilaksanakan masyarakat desanya setiap tahun.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi momentum untuk mempertemukan pelestarian budaya lokal, pelayanan publik, dan keterlibatan masyarakat dalam satu kegiatan.
Pantauan Berita Brantas, hingga Sabtu malam, rangkaian kegiatan di Desa Pasir Kamuning masih berlangsung dengan pagelaran seni wayang golek sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan kesenian tradisional di tengah masyarakat.**





