Selain bantuan kebutuhan dasar, korban banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, juga membutuhkan perhatian terhadap kondisi psikologis. Menyadari hal tersebut, Polres Karawang menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat.
Puluhan anak dari dua dusun yang terdampak banjir tampak antusias mengikuti kegiatan yang digelar jajaran Polres Karawang tersebut. Anak-anak diajak bermain dan berinteraksi langsung guna mengurangi rasa takut serta trauma akibat bencana banjir yang melanda wilayah mereka.
Berbagai permainan dan aktivitas edukatif disuguhkan untuk menciptakan suasana ceria dan membantu memulihkan kondisi mental anak-anak. Selain pendampingan psikologis, Polres Karawang juga menyalurkan bantuan berupa makanan ringan dan pakaian kepada para peserta.
Kabag SDM Polres Karawang, Kompol Dadan Sudirman, mengatakan kegiatan trauma healing ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap dampak psikologis pascabencana, khususnya bagi anak-anak yang rentan mengalami trauma.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pendampingan, motivasi, serta dukungan moril agar anak-anak dan masyarakat tetap kuat dan mampu bangkit setelah bencana banjir,” ujarnya.
Kompol Dadan menambahkan, kondisi banjir di sebagian wilayah Desa Karangligar saat ini mulai surut. Sejumlah warga pun telah kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan dan pemulihan pascabanjir.
Reporter: Jack





