
KARAWANG — BERITA BRANTAS.CO.ID
Komandan Kodim (Dandim) 0604/Karawang Letkol Inf. Nanda Siswanto S.Sos menegaskan komitmen jajarannya dalam. menjawab kebutuhan keamanan dan kenyamanan hidup masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan hingga pemberantasan aksi begal dan pengawasan peredaran narkotika serta obat keras tertentu.
Penegasan itu disampaikan Nanda saat menggelar diskusi publik Coffee Morning bersama jurnalis asal berbagai organisasi wartawan di Aula Makodim 0604/Karawang, Selasa (11/8/2026) pagi.
Dalam kesempatan tersebut, Nanda mengungkapkan Kodim 0604/Karawang dipimpinnya telah menuntaskan pembangunan dua dari empat Jembatan Perintis Garuda yang ditargetkan dalam 100 hari terakhir.
“Dari empat jembatan yang ditargetkan, dua di antaranya, yakni jembatan di Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, sebagai akses penghubung menuju Desa Kamurang, Kecamatan Tirtamulya, telah tuntas kami kerjakan dalam waktu 60 hari kerja dan telah digunakan masyarakat , sementara dua jembatan lainnya di kecamatan Cilamaya masih kami selesaikan pembangunannya ” jelas Letkol Nanda.
Selain membangun jembatan, Dandim 0604/Karawang juga mengklaim pihaknya telah membangun delapan sumur bor di sejumlah lokasi untuk menghadapi dampak musim kemarau panjang dan fenomena El Nino.
Nanda menyebut, upaya tersebut dibarengi dengan pendistribusian air bersih dan pengawasan terhadap kawasan ketahanan pangan, khususnya lahan tadah hujan yang rentan terdampak kekeringan.
Sebagai bagian dari kegiatan sosial kemasyarakatan ,Kodim 0604/Karawang juga menyebut telah merenovasi panti asuhan di kecamatan Klari.
Menjawab pertanyaan awak media mengenai program patroli pemberantasan begal serta pengawasan peredaran narkotika dan obat keras tertentu di Karawang, Letkol Nanda menegaskan jajarannya tidak tinggal diam dalam menyikapi itu.
Program pemberantasan begal, kata dia, terus dilakukan Kodim 0604/ Karawang secara sporadis setiap pekan, menyasar wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi termasuk wilayah kecamatan pinggiran Kabupaten Karawang.
Nanda mengakui langkah dibangunnya sempat disorot oleh netizen di media sosial yang mempertanyakan soal tugas dan fungsi TNI. Namun menurutnya , kritik tersebut tidak akan menyurutkan sikap Kodim 0604/Karawang dalam memerangi aksi kejahatan begal jalanan.
“Kami tetap menyatakan perang terhadap begal jalanan , narkoba dan obat keras tertentu. Karena pelaku rampok jalanan sangat meresahkan kehidupan masyarakat. Jangankan warga sipil, anggota kami sendiri pernah dirampok motornya,” kata Nanda.
Nanda menyebut, dalam tiga bulan terakhir pihaknya belum mendengar lagi adanya kasus begal malam hari di wilayah Karawang.Meski demikian, Nanda mengakui masih ada persoalan tawuran antar kelompok yang menjadi perhatian serius.
“Alhamdulillah, selain dari informasi peristiwa tawuran antar kelompok, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir ini belum ada lagi kami dengar soal cerita begal malam hari di Karawang,” ungkapnya.
Sementara kaitannya dengan peredaran narkotika dan obat keras tertentu, Kodim 0604/Karawang menyatakan terus memperkuat koordinasi dengan kepolisian dan melakukan pengawasan internal terhadap anggotanya.
Nanda menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap anggotanya yang terlibat dalam aktivitas melanggar hukum.
“Kami tidak akan mentolerir anggota yang terlibat kegiatan yang dilarang aturan perundang – undangan. Kami akan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku indisipliner,” tandasnya seraya meminta agar awak media dapat bersama mengawal program kerjanya.
Nanda menekankan pentingnya peran media dalam penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat, khususnya terkait capaian dan program pembangunan yang dilakukan pemerintah maupun institusi negara.
Ia berharap hubungan Kodim 0604/Karawang dengan insan pers di Kabupaten Karawang tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi, tetapi berlanjut dalam komunikasi dan keterbukaan informasi publik.
“Kami berharap silaturahmi dengan insan pers tidak berhenti sampai di sini,” kata Nanda seraya menyampaikan, bahwa Jumat esok (14/8/2026), akan diresmikan Kantor Unit Intel Kodim 0604/Karawang yang baru dan fasilitas tersebut, menurut Nanda, dapat dimanfaatkan sebagai ruang berkumpul bagi insan pers, organisasi masyarakat maupun LSM.
Diskusi publik tersebut dihadiri para jurnalis yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Jurnalis Televisi Karawang (JTK), Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI), Ikatan Wartawan Online (IWO), Media Online Indonesia (MOI), Aliansi Media Konvergensi Indonesia (AMKI), serta Tim 11 Pendim 0604/Karawang.**





