
BERITA BRANTAS.CO.ID
Menteri Koordinator ( Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono melontarkan peringatan keras soal ancaman penurunan tanah dan kenaikan permukaan air laut di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa yang dinilai sudah berada pada tahap mengkhawatirkan.
Dalam rapat koordinasi Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ), Senin (4/5/2026), AHY menegaskan bencana banjir rob dan intrusi air laut bukan hanya mengancam kawasan permukiman dan industri, tetapi juga mengancam langsung keberlangsungan pangan nasional.
Menurut AHY, kawasan Pantura selama ini menjadi tulang punggung produksi pangan Indonesia.
Kabupaten Karawang yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi terbesar nasional disebut menjadi daerah strategis yang harus diselamatkan dari ancaman kerusakan pesisir.
“Kalau Pantura dibiarkan rusak dan terus tenggelam, maka yang terancam bukan hanya ekonomi masyarakat pesisir, tetapi ketahanan pangan nasional,” tegas AHY.
Ia menilai negara tidak boleh lagi bergerak lamban menghadapi ancaman tersebut. Sebab, kerusakan pesisir kini telah berdampak langsung terhadap lahan pertanian produktif yang menopang kebutuhan pangan jutaan rakyat Indonesia.
Data pemerintah menunjukkan dari total sekitar 1,5 juta hektare lahan pertanian di Pantura Jawa, sedikitnya 115 ribu hektare sudah terdampak banjir rob.
Kondisi itu dinilai menjadi sinyal bahaya serius karena intrusi air laut terus menggerus produktivitas sawah dan merusak sistem irigasi pertanian.
AHY menegaskan perlindungan Pantura tidak boleh hanya berorientasi pada penyelamatan kawasan industri semata. Kawasan pertanian dan sentra pangan, kata dia, wajib menjadi prioritas utama kebijakan nasional.
“Sentra-sentra pangan dan kawasan pertanian harus mendapat kepastian perlindungan dari intrusi air laut. Ini menyangkut masa depan pangan Indonesia,” ujarnya.
Sebagai langkah strategis, pemerintah bersama BOPPJ dan sejumlah instansi terkait kini menyiapkan pembangunan giant sea wall atau tanggul laut raksasa di sepanjang Pantura Jawa.
Proyek itu akan diintegrasikan dengan pembangunan sistem irigasi modern dan sistem penyediaan air baku untuk memperkuat sektor pertanian nasional.
AHY menekankan pembangunan giant sea wall bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan langkah penyelamatan jangka panjang untuk mencegah lumpuhnya kawasan pangan nasional akibat krisis lingkungan dan perubahan iklim.
“Investasi modernisasi pertanian harus berjalan, termasuk modernisasi irigasi dan diversifikasi tanaman agar sektor pangan lebih kuat menghadapi ancaman ke depan,” kata AHY.(Pri)





