
KARAWANG – BERITA BRANTAS.CO.ID
Masyarakat pesisir Desa Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, digegerkan temuan cairan hitam kecokelatan berbentuk butiran yang diduga kuat merupakan oil spill atau ceceran minyak di sepanjang pantai, Selasa (25/8/2026) pagi.
Temuan tersebut pertama kali diketahui nelayan dan warga saat hendak beraktivitas di pesisir sekitar pukul 06.00 WIB. Sakam, Wartum, serta sejumlah masyarakat setempat kemudian melaporkan temuan itu kepada Forum Komunikasi Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat (FK KKPMP) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Karawang.
Ketua Forum KKPMP HNSI Kabupaten Karawang, Abdul Syafii, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan, warga menemukan material berwarna hitam kecokelatan berbentuk butiran yang diduga sebagai ceceran minyak.
“Pagi ini, Selasa 25 Agustus 2026 sekitar pukul 06.00 WIB, kami menerima informasi dari masyarakat nelayan Desa Cemara Jaya. Saat berada di pesisir pantai, mereka melihat cairan minyak berbentuk butiran hitam kecokelatan yang diduga oil spill,” kata Abdul Syafii, Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, keberadaan material tersebut mulai mengganggu warga pesisir.
Selain mengotori kawasan pantai, ceceran itu menimbulkan bau menyengat yang membuat masyarakat tidak nyaman.
Kekhawatiran warga juga meningkat karena pantai merupakan ruang aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak. Jika tidak segera ditangani dan ditelusuri sumbernya, material yang diduga mengandung zat berbahaya tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan dan keselamatan warga.
“Kami khawatir cairan berbentuk butiran berwarna hitam kecokelatan itu membahayakan kesehatan masyarakat pesisir karena diduga mengandung zat berbahaya,” ujarnya.
Abdul Syafii menduga temuan di Pantai Cemara Jaya memiliki keterkaitan dengan temuan oil spill di wilayah laut Cilarage Jaya beberapa waktu lalu yang sempat menjadi perhatian publik.
Namun, ia menegaskan pihaknya belum dapat memastikan sumber material tersebut maupun pihak yang bertanggung jawab.
Forum KKPMP HNSI Karawang mengaku telah berulang kali menerima laporan masyarakat nelayan terkait dugaan ceceran minyak di perairan Karawang.
“Kami dari Forum KKPMP HNSI Karawang banyak menerima laporan soal temuan oil spill di laut Karawang. Namun hingga hari ini kami belum mengetahui sumber pastinya dan siapa yang bertanggung jawab,” tegas Abdul Syafii.
Temuan tersebut kini menuntut penanganan cepat dari instansi terkait.
Selain memastikan jenis material melalui pemeriksaan laboratorium, penelusuran sumber ceceran dinilai penting untuk mencegah pencemaran semakin meluas dan melindungi masyarakat pesisir serta aktivitas nelayan.**





