
CIANJUR – BERITA BRANTAS.CO.ID Krisis air bersih menghimpit warga Kabupaten Cianjur Jawa Barat di tengah kemarau panjang.
Kondisi itu mendorong Tim Rescue KB FKPPI Rayon 10.07.03 Kecamatan Cibeber turun langsung menyalurkan 8.000 liter air bersih kepada warga terdampak, Selasa (25/8/2026).
Bantuan disalurkan ke Kampung Cihaur RT 01 RW 05, Desa Cihaur, dan Kampung Pasanggrahan RT 02 RW 03, Desa Cimanggu.
Aksi tersebut dilakukan karena warga kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari. Bahkan, sebagian warga harus mendatangi Sungai Cikondang yang jaraknya cukup jauh hanya untuk mendapatkan air bagi kebutuhan mandi dan mencuci.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Cianjur, Taufik Zuhrizal, menyebut kemarau menyebabkan debit sungai dan cadangan air bawah tanah menyusut secara signifikan.
Kekeringan dilaporkan berdampak pada sedikitnya 17 kecamatan di Kabupaten Cianjur.
Sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan air bersih antara lain Cibeber, Ciranjang, Cibinong, Sukaluyu, Gekbrong, Campakamulya, Kadupandak dan Agrabinta.
Ketua KB FKPPI Rayon 10.07.03 Cibeber, Firman Soemarna Atmadja, menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk respons langsung terhadap kesulitan warga.
“Hari ini kami menyalurkan 8.000 liter air bersih untuk warga di Kampung Cihaur dan Kampung Pasanggrahan,” ujar Firman.
Firman memastikan air yang didistribusikan tidak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan MCK, tetapi juga layak untuk diminum. Air tersebut berasal dari mata air pegunungan di wilayah Kabupaten Sukabumi yang biasa digunakan untuk kebutuhan depot air minum isi ulang.
“Kami berharap kemarau segera berakhir. KB FKPPI akan terus melakukan aksi kemanusiaan selama masyarakat masih membutuhkan bantuan,” tegasnya.
Ketua RT 01 RW 05 Kampung Cihaur, Ida Laelawati, mengapresiasi langkah cepat KB FKPPI. Menurutnya, bantuan air sangat dibutuhkan warga karena akses terhadap sumber air semakin sulit.
“Atas nama warga, kami mengucapkan terima kasih. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Ida.
Krisis air bersih kini menjadi persoalan nyata bagi warga terdampak. Ketika sumber air menyusut dan warga harus mencari air hingga ke sungai, distribusi air bersih menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.(FSA)





